You can read my secret note

berbagi hati melangkah pasti

Wanita sederhana yang menginspirasiku

Filed under: Uncategorized — indria-ditani at 1:50 am on Tuesday, October 21, 2008

Jakarta , 5 Oktober 2007
Tak salah lagi. Ibuku.
Ibu sedang apa bu sekarang…mother how are you today..ya ampun …aku baru merasakan arti dalam lagu itu..here is the song from your daughter…hope everything is oke…mother how are you today…
(kalau diterusin bisa jadi aku tambah sedih…abis relevan banget…he he)
Ibuku sosok sederhana, tubuhnya semakin kurus setelah 2 tahun ini divonis liver,..rasa sedih masih membayang sehingga rasanya panas pelupuk mata…saat kutelpon tadi kami saling menangis ditelpon…seperti seolah-olah sedih sekali…pasti beliau rindu padaku..tak sabar menungguku sampai libur lebaran nanti…ibu how are you today..apakah engkau sehat, maksudku membaik…sebab aku tahu persis kemarin2 engkau sakit..maafkan aku selalu menjadi beban fikiranmu walaupun bukan maksudku begitu. Sering sempat terfikir untuk berhenti bekerja, ingin berada didekatnya. Walaupun aku tak bisa menjagamu seperti kau jaga aku saat aku kecil, tapi kuyakin ada semangatmu kembali dan mampu membuatmu kuat.Seperti pak Quraish kemarin pas sahur menggambarkan tingkatan cinta paling mulia..cinta ibu pada anaknya…suatu tingkatan cinta tertinggi dimanusia…Bu, engkau sering bilang padaku tak bisa berlama-lama berpisah dariku..kalau sampai 2 bulan tak melihatku rasanya ada yang hilang…dan harus segera bertemu. Engkau hanya butuh melihatku. Melihat foto saja semakin membuat rindu…bertukar telepon saja tidak cukup untuk kita…antara kita harus bertemu dan memastikan semua baik-baik saja.Beliau sering bermimpi aku masih batita dan digendong-gendong dengan gemas….Bu semoga Engkau selalu sehat dan bahagia…lebih intens mendekatkan diri padaNya.

Kawin Emas

Filed under: Uncategorized — indria-ditani at 1:14 am on Tuesday, October 21, 2008

Oktober 20, 2008
Malam ini senyap…dengan begitu banyak pikiran berlalu lalang hari hari belakangan membuatku sering terjaga tengah malam. Bertafakur sejenak membuatku sedikit relax. Aku mulai tenang. Menekur hari2 lalukadang serasa tak percaya sudah kulewati hari sejauh ini. Malam ini aku tak hendak berfikir ttg kesedihan itu lagi, yang berapa minggu ini merayapi relungku. Mengingat sore tadi ada sedikit kegembiraan saat kutelpon ibuku. Ibuku yang sudah sering sakit terdengar riang nada suaranya….nak pulang nanti ya tanggal 8 November, ada selamatan untuk bapak dan ibu..pas libur kan nanti…Yuup Ugh aku lupa-lupa ingat, seingatku mereka merayakan ulangtahun perkawinan tanggal 28 nanti, maklumlah tidak pernah dirayakan. Padahal setahun lalu aku sudah berhitung hari penting ini bersama mbakyu-mbakyuku…sekali-kali membuat kejutan untuk orangtua yang kita kasihi. Ya Allah sudah 50 tahun mereka bersama mengarungi bahtera bersama. Subhanallah. Ada rasa haru, bahagia, sekaligus sedih karena usia mereka berdua sekarang sering sakit-sakitan .berbaur. Menyesak. Sudah lama kami pernah berkumpul bersama merayakan ceremoni2 seperti itu kecuali saat lebaran yaa..Dulu saat kecil sampai SMP, saat kami masih dirumah belum pergi kelain kota untuk menuntut ilmu, setiap ulang tahun kami dibikinin tumpengan sederhana ayam ingkung special made in my mom. Ama roti bolu yang dulu saat kukecil rasanya enakk sekali padahal terbuat dari bahan sederhana dan alat panggang sekedarnya. Aku demen banget tuh nongkrong didepan panggangan mencium baunya yang semerbak. Kami berdoa dan makan bersama ditemani lilin. Indah..meski seringnya minus kado he he…Rasanya tiap keluarga harus punya ritual-ritual unik untuk mempererat kebersamaan dan memori indah yang kelak ditularkan ke generasi berikutnya.
Bapak-ibuku pasangan yang unik. Aku sendiri sering merasa mereka tidak akur. Tapi karena cinta mereka tak bisa berpisah lama.Dulu saat bapak masih sehat beliau sering pulang kampung ditanah leluhurnya sana di Bali kadang pamit untuk sebulan lebih tapi tahu-tahu 2 minggu sudah muncul dipintu rumah. Aku coba belajar bahwa suatu relationship rasa cinta memang harus dibangun, dipupuk. Tak begitu saja muncul. Tapi ada kata kunci untuk menjaganya. Jujur, tulus, Setia, Konsisten dan kembalikan pada Allah yang memiliki hidup. Untuk Bapak-ibuku terimakasih telah membesarkan kami.

Hello world!

Filed under: Uncategorized — indria-ditani at 12:41 am on Tuesday, October 21, 2008

Welcome to Friendster Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!